This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 September 2024

Resah di Ujung Senja

 

Aku mencintaimu seperti mencintai puisi yang hilang,

Yang dulu disuarakan oleh para pejuang,

Kini mungkin hanya menjadi gema yang samar,

Terkubur di balik layar-layar yang menutupi pandangan.

 

Tapi di dalam resah ini,

Ada nyala kecil yang masih kupegang erat,

Nyala harapan dari mereka yang diam-diam menanam,

Di balik reruntuhan mimpi yang tak pernah terwujud.

Mereka yang tak peduli pada sorot lampu panggung,

Namun tahu bahwa masa depan ada di dalam tanah,

Di tangan yang berkeringat,

Di hati yang berani berharap.

 

Jika kau adalah puisi,

Maka aku ingin menulismu dengan tinta emas,

Bukan dengan darah air mata mereka yang terpinggirkan.

Aku ingin kau menjadi bait yang abadi,

Terukir di langit sejarah yang tak lekang oleh waktu,


Namun aku takut,

Bahwa kau akan terjebak dalam ironi,

Di mana cita-citamu menjadi sayap yang tak bisa terbang.


Maka, di ujung senja ini,

Aku menyeru pada langit dan bumi,

Agar langkah kita tak tersesat dalam kabut,

Agar anak-anakmu bisa menanam benih baru,

Di tanah yang masih subur oleh harapan,

Bukan oleh mimpi yang terkubur.

Regina Caeli School, 17/09/2024


Rabu, 14 Agustus 2024

NAFAS PERJUANGAN

 


Di langit yang biru membentang,  

Burung-burung melayang tanpa jejak,  

Angin membisikkan rahasia alam,  

Laut merangkul cakrawala yang tak terbatas,  

Setiap langkah mengarah ke ufuk baru,  

Di sanalah, ia temukan 

kebebasan SEJATI.

JEJAK MERDEKA


Cahaya itu merayap lembut di pagi buta
Menyingkap sejarah yang bersemayam di dada
Luka-luka lama menjadi bayang-bayang
Namun, 
jiwa-jiwa pahlawan tetap bergelora,
mengusung harapan di pundak zaman
Tanah ini, 
saksi perjuangan tanpa kata,
Tumbuhlah ia, 
dalam tiap tetes keringat,
Hingga kini, 
napasnya terhirup oleh kita,
dalam senyap yang penuh makna
Di sanalah, merdeka menemukan...
kebebasan.

Jumat, 03 Mei 2024

TERLALU MAHAL

Hari ini tidak seperti biasanya.
Datangnya terlalu dini
Larinya cukup cepat
Cukup jauh perginya
Amat dekat sampainya

Hari ini tidak seperti biasanya.
Waktu berhenti sejenak
Menjeda tuk menatap masa-masa itu.
Berkisah perihal rindu dan cinta.

Hari ini tidak seperti biasanya.
Ini perihal menghitung kembali.
Tentang maaf yang tak sempat terucap.
Tentang semoga yang selalu diharapkan.
Tentang terima kasih, yang tak pernah 
ditagih kembali.

Wahai kamu...
Terlalu mahalkah hari ini?

Memang, itu terlalu mahal.
Hura-huraku, hura-huramu, hura-huranya.
Terlalu mahal, 
untuk sekadar hidup yang hanya sebentar 
ini.

Terlalu mahal, 
untuk kesempatan yang hanya sekali.

Selasa, 12 Maret 2024

PERTOBATAN DI BULAN MARET

 

Di sana-sini, ada dosa terpapar,
melebar, menebar, membias, mempesona
oleh jiwa penuh hasrat duniawi.

Mungkin,
Saatnya kita kembali,
menyucikan jiwa dengan nada penuh sukacita.

Penyesalan bukanlah luka yang menganga,
sejauh itu jalan menuju tobat insan sejati.

Di dalam diam, terdengar suara-Nya,
memanggil jiwa untuk kembali pulang.

Oh, betapa indahnya bulan Maret,
saat pertobatan memeluk batin yang gersang.

Dalam setiap tetes, ada rahmat yang mengalir,
mengubah dosa menjadi bening kembali.

Jumat, 16 Februari 2024

KATA HATI-HATI


Semua berawal dari kata.

Kata memiliki kekuatan untuk mengubahmu.

Ya itulah "Kata."

Dengan kata,

kamu bisa dihargai.

Dengan kata,

kamu bisa diabaikan.

Dengan kata,

kamu bisa dinilai baik atau buruk.

Dengan kata,

kamu menjadi marah,

Dengan kata,

kamu menjadi diam.

Dengan kata,

kamu bisa menjadi malu.

Itulah dahsyatnya kata.

Kata bisa segalanya untukmu.

"Hati-hatilah dengan kata," kata hati-hati.


by Jefri No.

Senin, 27 November 2023

JANJI DESEMBER

Di antara embun malam yang berbisik,

Cahaya rembulan merayapi kegelapan,

Rindu menyanyikan lagu sepi,

Menyusuri lorong hati yang sunyi.

 

Kelahiran baru, seperti embun pertama,

Menyapa dunia dengan harap dan impian,

Sebuah jalan yang terbentang di hadapan,

Mengukir sejarah di lembar-lembar waktu.

 

Janji Desember membawa pesan kehidupan,

Sebuah panggilan untuk memahami makna,

Dalam setiap hela napas yang dihirup,

Dalam setiap langkah yang ditempuh.

 

Filosofi hidup tersembunyi dalam desis angin,

Menyusup di antara daun-daun yang berguguran,

Janji Desember adalah cerita tak terkira,

Dituliskan oleh pena waktu yang tak terelakkan.

 

Mengalunlah lagu rindu di tepi malam,

Berkumpullah dengan bintang-bintang yang bersinar,

Janji Desember adalah peluk hangat,

Mengiringi perjalanan jiwa yang mencari.

 

Dalam setiap titik pelangi yang melintas,

Terukirlah kenangan indah dan cinta,

Janji Desember adalah janji hati,

Yang membawa kita ke pelukan keabadian.

 

Hadirilah kelahiran baru dengan penuh kebijaksanaan,

Bukalah pintu hati untuk cinta dan pengampunan,

Janji Desember adalah panggilan kehidupan,

Mengajak kita menjadi pelukis takdir sendiri.

 

Terikat dalam janji yang terpatri dalam waktu,

Desember merangkai kisah indah dan lara,

Namun di dalamnya terdapat keajaiban abadi,

Kelahiran baru yang membawa makna sejati.

 

Biarlah Janji Desember menyentuh relung hati,

Menyulam impian di tiap benang waktu,

Sebuah puisi kerinduan dan kelahiran baru,

Mengukir takdir dalam langit yang biru.

 

Oleh Jefrino


Resah di Ujung Senja

  Aku mencintaimu seperti mencintai puisi yang hilang, Yang dulu disuarakan oleh para pejuang, Kini mungkin hanya menjadi gema yang sa...