Di antara embun malam yang berbisik,
Cahaya rembulan merayapi kegelapan,
Rindu menyanyikan lagu sepi,
Menyusuri lorong hati yang sunyi.
Kelahiran baru, seperti embun pertama,
Menyapa dunia dengan harap dan impian,
Sebuah jalan yang terbentang di hadapan,
Mengukir sejarah di lembar-lembar waktu.
Janji Desember membawa pesan kehidupan,
Sebuah panggilan untuk memahami makna,
Dalam setiap hela napas yang dihirup,
Dalam setiap langkah yang ditempuh.
Filosofi hidup tersembunyi dalam desis angin,
Menyusup di antara daun-daun yang berguguran,
Janji Desember adalah cerita tak terkira,
Dituliskan oleh pena waktu yang tak terelakkan.
Mengalunlah lagu rindu di tepi malam,
Berkumpullah dengan bintang-bintang yang bersinar,
Janji Desember adalah peluk hangat,
Mengiringi perjalanan jiwa yang mencari.
Dalam setiap titik pelangi yang melintas,
Terukirlah kenangan indah dan cinta,
Janji Desember adalah janji hati,
Yang membawa kita ke pelukan keabadian.
Hadirilah kelahiran baru dengan penuh kebijaksanaan,
Bukalah pintu hati untuk cinta dan pengampunan,
Janji Desember adalah panggilan kehidupan,
Mengajak kita menjadi pelukis takdir sendiri.
Terikat dalam janji yang terpatri dalam waktu,
Desember merangkai kisah indah dan lara,
Namun di dalamnya terdapat keajaiban abadi,
Kelahiran baru yang membawa makna sejati.
Biarlah Janji Desember menyentuh relung hati,
Menyulam impian di tiap benang waktu,
Sebuah puisi kerinduan dan kelahiran baru,
Mengukir takdir dalam langit yang biru.











