Di
tepian malam yang berdesir sunyi,
Janji
Desember berkisah pada kerinduan.
Hatiku
merentang dalam dekapan waktu,
Menyusuri
jejak sepi yang melingkari.
Bintang-bintang
berbisik rahasia langit,
Sorot
matamu merekah dalam beningnya malam.
Di
antara helaian malam yang tenang,
Kerinduanku
terpatri dalam serpihan kenangan.
Desember,
pembawa pesona yang merayu,
Menggenggam
harapan di setiap hela nafas.
Kulihat
cahaya yang memeluk kelam,
Sebuah
pelukan dari kenangan yang hilang.
Dalam
langkah-langkah berdansa menuju tahun baru,
Hatiku
memendam harapan-harapan tak terucap.
Mimpi-mimpi
merambat di malam yang tak berkesudahan,
Seperti
kembang api yang memburu langit.
Janji
Desember, engkau saksi bisu asmara,
Teringat
setiap detik yang berlalu bersama.
Dalam
relung hati, kumohon keajaiban datang,
Mengembuskan
angin yang membawa jawaban.
Natal
tiba dengan lagu-lagu damai,
Meluluhkan
hati yang tegang dan resah.
Di
dalam salju putih, harapan mekar bak bunga,
Menyapu
jejak kerinduan, membawa kehangatan.
Tahun
baru mengintip dari balik langit,
Seperti
janji yang tergantung di ujung senja.
Matahari
terbenam, merangkul masa depan,
Membawa cerita baru, menyulam mimpi-mimpi.
Janji
Desember, sejuta harapan merona,
Bagai
pelangi di ufuk yang menjelang.
Di
dalam doa, kuukir namamu dengan rindu,
Agar
hati ini tak pernah lelah berharap.







0 komentar:
Posting Komentar